Whiteness & Brightness Dalam Pemilihan Lampu

Whiteness & Brightness Dalam Pemilihan Lampu

Saat ini banyak sekali lampu kendaraan (headlamp) mobil dan motor dengan berbagai merek dan model.
Terlepas dari merek maupun tipenya (H1, H3, H4, dst..) banyak sekali model yang bisa kita temukan di toko asesoris kendaraan.

Ada yang bening, kuning, pelangi, biru, bahkan biru legam!.
Ada yang menuliskan 3200K, 4000K, 5000K, 6000K,.. hmm.. apa sih artinya?
Mana yang baik untuk kendaraan kita? pilih yang seperti apa? dan seterusnya, dan seterusnya yang selalu berkecamuk dibenak kita saat melihat pilihan yang banyak itu.

Mari kita simak penjelasan yang saya coba uraikan secara sederhana ini..

Kualitas dan Performa suatu headlamp ditentukan oleh faktor Whiteness dan Brightness.

WHITENESS
Whiteness, berkaitan dengan Color Temperature (CT).
Yaitu warna yang terlihat pada sumber cahaya (headlamp) oleh mata kita, diukur dalam standard ukuran Kelvin (K).
Mudahnya begini.. Sebatang paku kita panggang di atas semburan gas yang sangat panas, ketika paku mulai panas, maka akan membara berwarna merah. Semakin panas, paku akan mulai menjadi orange, kuning, hingga terlihat memancar putih. Lebih panas lagi maka paku itu akan memancar sinar kebiruan.
CT juga seperti itu; Jika disebut CT 4800K, maka itu sama dengan besi yang membara ketika dipanaskan hingga suhu 4800K.

Contoh kaitan warna dengan CT:

  • Matahari saat terbit ~2300K
  • Lampu pijar biasa 2800-2900K
  • Lampu Halogen pada umumnya 2900-3100K
  • Matahari pada tengah hari tanpa awan ~5000K
  • Matahari pada tengah hari dengan langit biru ~5500K
  • Siang hari berawan 6500-8000K

Headlamp dengan CT 3200K (standard halogen headlamps) cukup terang dengan sedikit mengeluarkan efek kuning.
Semakin tinggi nilai CT, maka akan semakin mendekati biru.
Yang ideal adalah ciptaan Tuhan, yaitu matahari pada saat siang yaitu sekitar CT 4870K.

Gambar di sampingbrightness01 ini memperlihatkan seluruh spektrum warna termasuk di dalamnya cahaya lampu kendaraan (headlamp) yang dikurung dalam kotak di bagian tengah. Pada bagian-bagian pinggir terlihat spektrum warna yang dikhususkan untuk lampu isyarat seperti kuning (lampu lalu lintas, lampu sen, lampu darurat), biru (lampu isyarat polisi, dan darurat), merah (lampu lalu lintas, lampu rem, dan lampu bahaya lainnya), hijau (umumnya untuk lampu lalu lintas).

 

 

 

 

Supaya lebih jelas lagi, saya coba tampilkan foto warna cahaya headlamp mobil saya berdasarkan CT.

BRIGHTNESS
Brightness, berkaitan dengan Luminance.
Luminance adalah besaran cahaya yang diterima mata kita dari suatu benda yang terkena cahaya.
Mudahnya seperti ini.
Ada senter kecil dan senter besar.
Ketika digunakan di tempat gelap, kita bisa melihat lebih luas dan jelas dengan senter besar ketimbang senter kecil.
Luminance dipengaruhi oleh kualitas filamen lampu, reflektor, dan sebagainya yang membantu pancaran cahaya menyebar dengan baik. Luminance bukan lumen (light output).
Luminance juga dipengaruhi oleh benda yang terkena cahaya tadi.
Pada saat hujan atau jalan basah, umumnya benda-benda yang basah tadi tidak dapat memantulkan dengan baik cahaya ke mata kita, terutama untuk spektrum warna cahaya dengan CT tinggi. (Low luminance condition)

brightness10Itu sebabnya, untuk cuaca buruk, digunakan Foglamp (lampu kabut) dengan CT rendah (sinar cenderung kuning).
Dengan menggunakan headlamp dengan CT tinggi (kebiruan), akan menyulitkan kita saat dalam kondisi hujan / kabut, karena sedikit sekali cahaya yang dapat diterima mata kita dari benda2 yang kita lihat. Ini sangat berbahaya apalagi dalam kecepatan tinggi yang menuntut Reaction Time yang cepat dan baik.
Reaction Time dipengaruhi juga oleh faktor CRI (Color Rendering Index) yang akan dibahas dalam artikel selanjutnya.

Lampu Halogen Biasa

brightness04

Lampu di samping kanan CT 2900-3100K dengan kaca bening, cukup baik untuk segala kondisi. Sinar yang keluar terlihat ada efek kuning.

 

 

Lampu Halogen All-Weather

brightness03Lampu di samping kiri CT 2600-3000K dengan kaca dilapis warna kuning keemasan, dikhususkan untuk cuaca yang buruk, berkabut atau hujan. Warna yang dihasilkan banyak mengandung warna kuning.

 

 

 

 

Lampu Halogen WHITE

brightness02

Umumnya lampu di samping dengan CT 4000 atau lebih. Kaca lampu dilapis warna biru. Sinar yang dihasilkan berwarna putih kebiruan.
Perlu diingat, bahwa lapisan biru itu dimaksudkan untuk membuang spektrum warna kuning dan merah. Sehingga akan terlihat cenderung ke arah putih dan biru. Lampu yang bercahaya kebiruan tidak disarankan untuk digunakan saat hujan atau cuaca buruk.
Fakta lain adalah, lampu yang dilapis biru, umumnya untuk mengejar kesan Putih kebiruan pada cahaya yang dikeluarkannya, namun lapisan biru itu memangkas Lumens (light output) dari pijaran filament-nya sehingga dengan watt yang sama, lampu tersebut akan lebih redup ketimbang lampu yang bening. Biasanya, untuk mengakalinya, digunakan filamen yang lebih tebal sehingga membutuhkan Watt yang lebih besar, agar cahaya lampu kembali terang. Panas yang dikeluarkan akan lebih besar ketimbang lampu halogen biasa, jika rumah lampu tidak mendukung sirkulasi udara panasnya, akan membuat lampu biru tersebut lebih cepat putus, atau rumah lampu meleleh.

KESIMPULAN

  • Untuk kenyamanan dan keamanan, sebaiknya pilih lampu dengan CT 4000-5400K
  • Untuk penggunaan di cuaca hujan/kabut/buruk, pilih lampu dengan CT 2600-3000K
  • Apapun jenis lampunya, Halogen atau HID, hindari salah kaprah dengan memilih CT yang tinggi.
  • CT bukan menunjukkan Terangnya cahaya, tetapi menunjukkan Warna Cahaya. CT rendah, cahaya kekuningan, CT Tinggi cahaya kebiruan.
  • Penggunaan lampu yang putih kebiruan, mengurangi daya pandang dan refleks (reaction time) kita.

Sumber referensi:
http://www.osram.com/
http://www.sylvania.com/
http://www.topbulb.com/

Sumber:
Saft7.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.